Gejala Kanker Hati

Penyebab kanker hati primer (hepatoma) belum diketahui secara pasti, tetapi kemungkinan bersifat turunan pada anak-anak dan pada orang dewasa kemungkinannya karena pengaruh lingkungan yang bersifat karsinogen. Selain itu ada beberapa faktor risiko yang diduga sebagai pemacu hepatoma, antara lain :

- Penderita sirosis hati dan penyakit hati degeneratif
- Virus hepatitis B (hepatitis kronis)
- Peminum alkohol
- Aflatoksin (makanan yang ditumbuhi jamur aspergillus flavus yang menghasilka aflatoksin)

Infeksi cacing hati (Clonorchis sinensis). Berikut gejala atau simptom yang ditimbulkan kanker hati :

- Lemah, tidak nafsu makan, kehilangan berat badan, dan demam
- Adanya massa di sebelah kanan atas perut
- Kulit berwarna kuning dan pembentukan cairan di rongga perut
- Adanya suara abnormal seperti gesekan sewaktu di periksa dengan stetoskop (apabila hati telah membesar)
- Buang air besar berwarna kehitam-hitaman, urine berwarna seperti teh
- Tangan dan kaki membengkak

Biasanya kanker hati agak susah diketahui pada tingkat permulaan (mulai terdiagnosis pada tingkat lanjut) sehingga sulit diatasi walaupun melalui operasi. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemeriksaan secara berkala pada orang yang mempunyai risiko tinggi.

Kanker hati merupakan jenis kanker yang sangat sulit diobati. Oleh karena itu, lakukan langkah pencegahan sedini mungkin. Berikut beberapa langkah pencegahan :

- Menghindari minuman beralkohol
- Menghindari makanan yang menggunakan bahan pengawet dan mudah berjamur
- Melakukan vaksinasi hepatitis, terutama pada hepatitis B.

Posted in Ciri Ciri Kanker Hati | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Mendiagnosa Kanker Hati

Kanker hati tidak didiagnosis dengan tes-tes darah rutin yang standar. Jika diagnosis kanker hati dilakukan dengan cara yang biasa, tes-tes darah pada hati mungkin saja menjadi tidak normal. Oleh karena itu, dokter biasanya melakukan diagnosis melalui, misalnya pencitraan radiologi. Dokter juga melakukan hal tersebut karena kebanyakan penderita kakner hati mempunyai penyakit hati yang berkaitan.

Namun, jika tes-tes darah menunjukkan tanda-tanda abnormal atau memburuk karena kanker hati, ini merupakan sinyal bahwa kanker hati tersebut sudah meluas. Dalam kondisi semacam ini, segala perawatan medis atau operasi pun mungkin sudah terlambat.

Kanker hati

Tidak ada tes darah penyaringan yang akurat untuk kanker hati. Tes darah biokimia yang secara luas digunakan adalah Alpha-Fetoprotein (AFP), yakni suatu protein yang biasanya dibuat oleh sel-sel hati yang belum matang didalam janin. Dalam proses kelahiran, bayi mempunyai tingkat AFP yang relative tinggi. Tingkatan ini lalu turun ke tingkatan yang normal pada tahun pertama kehidupan sang bayi.

Perempuan hamil yang mengandung bayi dengan kerusakan pembuluh saraf juga bisa memiliki tingkatan AFP yang tinggi. Kerusakan pembuluh saraf otak atau sumsum tulang janin yang tidak normal itu disebabkan oleh kekurangan asam folat selama masa kehamlian.

Tingkatan darah yang tinggi (lebih dari 500 nanogram/milliliter) dari AFP pada orang dewasa hanya terlihat pada tiga situasi, yaitu kanker hati, sel benih tumor-tumor (kanker dari buah zakar dan indung telur),serta kanker metastatik pada hati yang berasal dari organ-organ lain.

Ada beberapa tes untuk mengukur AFP. Umumnya tingkatan normal AFP adalah di bawah 10 ng/ml. tingkatan sedang AFP, yang hampir mencapai 500 ng/ml, dapat terlihat ada penderita hepatitis kronis. Selain itu, penderita berbagai tipe penyakit hati yang akut serta kronis tanpa kanker hati pun bisa mengalami kenaikan AFP yang ringan atau sedang.

Kepekaan AFP untuk kanker hati adalah sekira 60 persen. Dengan kata lain kenaikan tes darah AFP telihat kira-kira 60 persen pada penderita kanker hati. Artinya sekira 40 persen dari penderita kanker hati mempunyai tingkatan AFP yang normal. Jadi, tingkatan AFP yang normal bukan berarti menghilangkan kanker hati. Sebaliknya tingkatan AFP yang abnormal pun tidak berarti seseorang menderita kanker hati.

Namun demikian seseorang dengan tingkat AFP yang abnormal meskipun tidak menderita kanker hati, tetap beresiko tinggi untuk menderita kanker hati. Jadi seseorang yang memiliki kenaikan AFP, terutama dengan kenaikan tingkatan darah yang signifikan, kemungkinan besar menderita kanker hati. Atau, dia memiliki kanker hati yang tidak ditemukan

Tingkatan AFP yang lebih besar dari 500 ng/ml juga sangat sugestif dari kanker hati. Faktanya tingkatan darah bisa dengan bebas berhubungan dengan ukuran kanker hati. Bagi penderita kanker hati dan orang-orang yang memiliki tingkatan AFP yang abnormal, AFP mungkin bisa digunakan sebagai penanda untuk memulai suatu perawatan.

Posted in Ciri Ciri Kanker Hati | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Cara Mencegah Kanker Hati

Kanker adalah sel yang bertumbuh terus-menerus secara tidak terkendali, tidak terbatas dan tidak normal. Pertumbuhan sel-sel kanker ini tidak terkoordinasi dengan jaringan tubuh lain sehingga amat berbahaya bagi tubuh penderita. Ada pula pihak yang menyebutkan bahwa kanker merupakan tumor ganas yang merupakan pertumbuhan abnormal yang tidak ketahui secara pasti penyebabnya.

Skema organ hati manusia

Dalam kondisi normal sebuah sel hanya akan berkembang biak dengan cara membelah diri jika ada sesuatu sel yang mati atau rusak. Tapi sel kanker akan terus mengalami perkembangbiakan meskipun tidak dibutuhkan oleh tubuh manusia. Karena itu sel kanker ini merusak jaringan sel lain yang normal dan menyebar dengan demikian mudah ke organ tubuh lainnya. Melalui jaringan ikat, darah saraf dan jaringan penunjang organ tubuh. Bagian organ tubuh yang diserang sel kanker itu akan terhambat pertumbuhannya.

Untuk menjauhi penyakit berbahaya ini, sebaiknya dianjurkan untuk tidak mengonsumsi masakan yang mentah sehingga tidak menambah beban hati. Sayur yang digoreng harus dimakan habis saat itu juga dan tidak disimpan dalam waktu yang lama. Sebaiknya kita tidak melakukan pola hidup yang hanya mengutamakan hantam kromo suka mengonsumsi makanan siap saji, banyak zat pewarna, banyak zat pengawet serta makanan penyedap rasa.

Perubahan pola makan dan pengaturan waktu sebaik mungkin harus dilakukan agar tubuh mampu melakukan penyerapan dan mengetahui jadwal waktu pengoperasian metabolisme tubuh :

1. Jam 21.00-23.00 WIB terjadi aktivitas pembuangan zat yang tidak berguna (beracun. di bagian antibodi kelenjar getah bening. Saat itu hendaknya kita mengisi waktu dengan melakukan sesuatu yang tidak memerlukan lagi daya pikir dan energi fisik. Sebaiknya kita mendengarkan musik yang kita sesuai, dan tidak lagi melakukan kegiatan yang melelahkan.

2. 23.00-01.00 proses detoksin di bagian hati. Proses ini terjadi dalam kondisi tidur pulas.

3. 01.00-03.00 WIB proses detoksin di bagian empedu. Berlangsung dalam kondisi pulas.

4. 03.00-05.00 proses detoksin di bagian paru-paru. Biasanya periode itu terjadi proses melalui batuk, dan jangan sampai menghambat proses itu.

5. 05.00-07.00 proses detoksin di bagian usus besar. Kita harus buang air kecil dan besar di kamar mandi.

6. 07.00-09.00 proses penyerapan usus kecil. Karena itu kita perlu makan pagi waktu ini.

Dalam memelihara kesehatan dan untuk mempertinggi daya tahan tubuh, hendaknya setiap orang menggunakan waktu tidur itu dengan sebaik-baiknya, agar katahanan daya tahan tubuhnya tidak terganggu. Bila orang itu tidak mematuhi jadwal jam tidur seperti yang digambarkan di atas, dipastikan ketahanan tubuh yang bersangkutan akan terganggu.

Posted in Ciri Ciri Kanker Hati | Tagged , , , , , , | Leave a comment